Oh ya gue ampir lupa. Gue mau mengucapkan terima kasih yang
sangaaaaat banyak kepada tulisan ini, blog ini, catatan ini, pembaca dan
semuanya sekalian. Cerpen rintisan gue salah satunya masuk ke majalah yang ‘lumayan’
banget. KaWanku. Kalo nyari sekarang juga udah telat si, karena edisi 137.
Terbitnya 31 Oktober sampe 14 November lalu. Telat gue. Ini aja udah gue close sebenernya. Cuma karena perasaan
gue penuh terima kasih jadi gue bela-belain nulis lagi. Terima kasih semuaaaa.
Berkat kalian kemampuan menulis gue meningkat. Setidaknya salah satu karya gue
layak dipublikasikan banyak remaja di Indonesia. Sekali lagi Terima kasih. ^.^
Kamis, 29 November 2012
Entri Lagi. Mimpi Lagi. Lupa Lagi.
Rabu, 24 Oktober 2012
Selamat ulang tahun buat berkas maya ini! Belum sampai
setahun sudah saya abaikan. Maafkan kelabilan saya ya. Oh ya, bukan berarti
berkas ini tidak bermakna, lho. Kerajinan saya menulis seperti ini tampaknya
membuahkan hasil lumayan. Salah satu cerpen saya yang diketahui dirintis dari
sekitar November tahun lalu akhirnya dimuat oleh sebuah majalah remaja wanita
milik penerbit raksasa di Indonesia. Sempat dibutakan oleh honor, tapi akhirnya
saya menemukan kembali motivasi saya yang baik dan benar. Saya hanya ingin
berusaha melakukan yang terbaik. Sekalipun honor di majalah yang saya kirimkan
ini tidak sampai sepertiga dari majalah yang satu lagi, saya memutuskan untuk
setia pada yang pertama memuat cerpen saya. Tanpa bermaksud munafik, bukan
tanpa alasan saya ingin di sana lagi. Beberapa faktornya antara lain adalah
jumlah peminat yang bisa dipastikan tidak sebanding. Lagipula saya ingin
memfokuskan diri pada karya, bukan modal. Saya ini hanya pelajar dan bukan
pencari nafkah. Sekali lagi terimakasih pada catatan harian maya saya, tanpa
kalian saya bukan apa-apa.
Mengapa saya menuliskan kata ganti orang pertama dengan
bahasa formal ‘saya’ saya juga kurang tahu.
Kamis, 22 November 2012
Semalem gue mimpi indah.
Gue kaya lagi di penginapan. Seperti biasa gue hanya
menyajikan adegan-adegan yang teringat. Ada teringat gambar Re- tampak samping
dengan kacamata putihnya. Heran, karena dia ganti kacamata udah lumayan lama.
Asli gue lupa hal pentingnya. Z.
Semua lagi akan difoto. Re- duduk rada ke tengah. Awalnya
gue kaya yang di posisi motret, meski ga lama gue ke tempat Re- gabung untuk foto
bersama. Gue sedikit protes karena gue duduk terlalu di tengah pusatnya. Gue
atau Re- bergeser sehingga kami berdampingan \(^.^)/. Di samping gue yang
sebelah lagi duduk Kara Kang Jiyoung sambil nyender-ngelendot ke gue. Gue rada
keberatan nahan dia jadi gue juga rada ngelendot ke Re-. Gue baru sadar ketika
bangun kalo gue ga begitu nyaman nyender di Re-. Apa emang gue ga pernah begitu
ama Re- jadi ga kebayang atau gimana. Tapi gue yakin banget gue dan Re- ngobrol
ringan tentang beberapa hal yang gabisa dibilang sekedar doang. Sedikit
lumayan, karena itu berkaitan dengan Re-.
Kamis, 29 November 2012
Ini udah beberapa hari lewat sejak gue mimpiin itu. Dan ga sekalipun terlintas di otak gue bagaimana banyak hal yang terjadi. Inilah yang gue amat sayangkan. Tapi tak dipungkiri, meski gue gatau ceritanya tetep ada perasaan senang yang terselip. Rasanya, ah.. :D
Jumat, 12 Oktober 2012
Kenangan
Rabu, 15 Agustus 2012
Kemarin pelajaran komputer, guru pengampu menyuruh kami
melindungi dokumen di beri password agar orang lain tidak bisa mudah mengopi.
Di otak gue yang pertama muncul itu nama Re-. Sama dengan password gue terhadap
file ini. Lalu gue cepat menulis tiga karakter yang luar biasa. Re-. Kemudian
gue sadar, gue harus ngasih tau guru apa password gue. Kalo ga gabisa dinilai
dong. Nama Re- terlalu vulgar, kalo ‘re-‘ rasanya bikin pertanyaan banget.
Kemaren gue keinget satu password yang keren. Tapi keesokan harinya, yaitu hari
ini, saat gue mau nulis gue lupa.
Oh ya, ini bukan headline news. Temen gue di tembak temen
sebangku gue. Kenapa bukan headline news, padahal ini berita cukup besar.
Alasannya karena tulisan ini catatan gue. Yang gue tulis hanya ‘headline’-nya
gue. Bagi dia ini pasti headline yang besar. Bagi gue, ini berita besar, tapi
ga boleh jadi headline gue. Kesannya egois ya. Boleh-boleh aja dong. Ini bukan
konsumsi masyarakat luas, liat juga dong tujuan gue nulis. Masa gue nulis
sejarah mereka. Ini kan tulisan tentang gue.
Jumat, 12 Oktober 2012
Tepatnya 3 hari lagi, gue genap 2 bulan libur meng-kini-kan
tulisan gue. Ini karena gue udah punya aplikasi di ponsel gue yang memungkinkan
gue menulis cerita harian gue. Ga sepanjang dan se-sastra yang gue tulis di
sini. Tapi sangat membantu karena buka laptop aja kelamaan dan bikin gue segera
males. Maafin saya semuanya, mungkin ini entri terakhir yang gue post. Haruskan
gue melakukan sesuatu yang bodoh? Kayanya engga. Thanks all. Maaf juga gue ga bisa
pamit panjang-panjang. Yang pasti, setelah gue ketemu orang lain yang berhasil
menggeser posisi Re-, mungkin gue akan menulis di sini lagi untuk sekedar aja.
Kalau gue ga meng-update, tandanya, kalian ngerti, kan? Belum ada yang mampu
nyingkirin Re- dari singasananya di jiwa gue. Kalian ga perlu khawatir, gue ga bakalan bunuh diri karena Re-. Kalian juga ga harus takut karena kalian akan tetap jadi kenangan gue. Sejarah yang selalu ada.
Jumat, 10 Agustus 2012
Back = Punggung
Missed his back so much.
Jumat, 10 Agustus 2012
Mengherankan, setelah masuk IPS gue malah semakin sibuk.
Dalam arti ga punya terlalu banyak waktu hingga cukup buat nulis catatan
harian. Jeleknya, gue ga mungkin menceritakan semua detail selama 2 minggu
dalam sekali menulis. Gue akan menulis yang terjadi hari ini, yang berhubungan
dengan Re-.
Tadi pelajaran mat mencatat bahan baru. Karena mata gue
susah ngeliat, ditambah tulisannya kecil-kecil, gue berinisiatif pindah ke
tempat duduk yang lagi nulis di papan. Kebetulan sebelahnya temen gue. Gue
belum selesai mencatat, tapi yang nyatet di depan ini udah selesai. Dia kan
anak yang suka ngelucu di kelas, jadi gue rada di ‘bully’. Dia malah nanya-nanyain gue tentang buku dia yang
berserakan di meja. Dia buka halaman pertama dan nanya ke gue ‘ini buku apa?’
‘sejarah’ Ini buku apa?’ ‘geografi’ gitu terus sampe ketemu buku pr mat. ‘nah
ini dia pr mat. Tapi bukan ini yang seharusnya ada di atas meja gue. Kenapa lu
keluarin semua buku ini?’ gue komat-kamit karena bukan gue yang ngeluarin. Lalu
dari belakang seorang anak nyeletuk ‘lu kaya Re- tau’ ‘apa’ ‘Re- Re- yang OSIS
dulu, OSIS yang dulu yang jadi mentor tapi bukan kelas kita’ kebetulan yang
angkatan di bawah gue panggilannya bukan mentor tapi tutor. Temen sebelah gue
yang juga uda tau tentang Re- senyam-senyum sambil nanya ‘yang itu ya’ hihihi
gitu.
November nanti sekolah gue akan mengadakan acara musikal 2
tahunan sekali. Temen-temen gue kayanya ga mau ikut. Nyokap juga ga ngasih
respon baik. Gue pengen nonton, karena berharap kesetiaan Re- akan SMA-nya
masih belum padam dan sukur-sukur bisa ketemu. Kalo berharap sampe duduk di
sebelahnya mungkin terlalu berlebihan ya. Kalau mau lebih berlebihan lagi sekalian
aja waktu duduk di sebelahnya, sesekali Re- mengomentari musikalnya yang
ditujukan ke gue. Atau nanya-nanya anak yang main yang mungkin dia lupa. Ini
kayanya udah mencapai ketinggian kahyangan tempat para dewa tinggal deh. That’s
all for these 2 weeks.
Langganan:
Komentar (Atom)
